Bojonegoro, sidik nusantara – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali membuka ruang dialog bersama masyarakat melalui kegiatan Sapa Bupati dan Wakil Bupati Edisi VI di Pendopo Malowopati, Kamis (3/9/2026).
Mengusung tema “Menata Kota, Memudahkan Warga”, forum tersebut menjadi sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan dan aspirasi secara langsung kepada Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah.
Sejumlah warga menyampaikan beragam kebutuhan, di antaranya terkait bantuan sosial, pemberdayaan masyarakat, fasilitas umum, pelayanan pemerintah, hingga permohonan pembangunan musala.
Salah satunya disampaikan Susana, warga Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, yang meminta perhatian pemerintah terkait bantuan BLT dan program Gayatri. Sementara Manan, Ketua LSM PIRB, mempertanyakan tindak lanjut surat permohonan audiensi yang sebelumnya telah disampaikan kepada bupati.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Bupati Setyo Wahono memastikan setiap persoalan akan dikaji dan dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait sesuai kewenangannya.
“Yang disampaikan masyarakat akan kami lihat satu per satu. Mana yang bisa segera ditindaklanjuti akan kita koordinasikan dengan perangkat daerah terkait,” ujar Wahono.
Selain menyerap aspirasi, Wahono juga menyinggung rencana penataan kawasan perkotaan, termasuk Alun-Alun Bojonegoro dan keberadaan pedagang kaki lima (PKL). Ia menegaskan penataan kota harus tetap mempertimbangkan kepentingan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan.
“Penataan kota akan kita benahi. Kota harus lebih tertata dan nyaman, tetapi masyarakat yang mencari nafkah juga harus tetap mendapat ruang,” pungkasnya. (Gal/Red)














