PEPC Dan Yayasan PARATAZKIA Laksanakan Program Desa Siaga Bencana

Bojonegoro, News180 Dilihat

Bojonegoro, sidik nusantara – Setelah sukses melaksanakan Program Rintisan Desa Siaga Bencana di 4 Desa di sekitar area operasi Proyek JTB pada 2021, kini kembali melaksanakan pendampingan fase kedua program. Pendampingan program ini ditandai dengan dilaksanakannya kick of meeting dan penandatanganan Perjanjian Swakelola program oleh kedua belah pihak yang berlangsung di Pawon Resto Bojonegoro, Senin (04/07/2022).

Rapat tersebut dihadiri oleh PGA PEPC antara lain Edi Arto, Andi Widianto, dan Endra Mugi Rahayu sedangkan dari Paratazkia dihadiri oleh Sudalhar, Sholikin Jamik, Heli Suharjono, Imam waloyo selaku pembina, Khusnul Mawadah selaku ketua, Lusi Diyah Fatnawati selaku sekertaris dan Ana Maisyaroh selaku bendahara dan Tim Paratazkia.

Pelaksanaan rapat tersebut berjalan dengan baik yang dimulai dengan acara ramah tamah dan dilanjut dengan pembahasan program DESAEM (Program Desa Siaga Emergency Kebencanan). PGA PEPC, Edi Arto mengatakan bahwa pelaksanaan program DESAEM untuk fase kedua ini akan berlangsung selama 6 bulan terdiri dari 5 bulan jangka waktu pelaksanaan dan 1 bulan jangka waktu penyelesaian administrasi terhitung sejak ditandatanganinya surat perjanjian kerja oleh kedua belah pihak pada Jum’at (1/7/2022).

Program ini dilakukan sebagai sistem penyiagaan untuk warga desa jika terjadi bencana. Program ini dilaksanakan di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Ngasem, Kecamatan Purwosari, Kecamatan Tambakrejo dan 4 desa yaitu Desa Bandungrejo, Desa Dolokgede, Desa Pelem, Desa Kaliombo.

Pelaksanaan fase kedua program dari roadmap program yang telah ditetapkan ini akan memperkuat pelaksanaan pendampingan yang telah dilaksanakan sebelumnya, yang mana pada fase sebelumnya telah dilakukan pendampingan untuk; pembentukan dan deklarasi taruna siaga bencana dari perwakilan berbagai unsur masyarakat desa, pelatihan dan sertifikasi penanganan kegawatdaruratan melibatkan tenaga medis, dan simulasi penanganan kebencanaan.

Program Desa Siaga Energency Kebencanaan (Pogram DESAEM) tahun 2022 ini merupakan salah satu komitmen dari PEPC dalam memberikan kontribusi untuk menumbuhkembangkan masayarakat di sekitar area operasi Perusahaan. Kegiatan yang akan dilaksanakan selama 5 bulan pendampingan program ini meliputi; pemetaan jalur evakuasi dan penentuan titik kumpul beserta penyediaan tanda jalur evakuasi, penetapan lokasi titik kumpul evakuasi kebencanaan, penyediaan seperangkat alarm system, peralatan komunikasi, dan alat transportasi.

Pembina Paratazkia, Sholikin Jamik mengatakan bahwa PARATAZKIA sebagai salah satu NGO di Bojonegoro yang bergerak di bidang Kesehatan sangat mengapresiasi atas inisiasi PEPC untuk pelaksanaan program ini.

“Terlebih PEPC yang selalu memberikan prioritas kepada NGO lokal di Bojonegoro untuk bermitra di bidang pendampingan pengembangan masyarakat ini akan menjadi wadah untuk NGO lokal di Bojonegoro untuk terus mengembangkan kemampuannya dalam dunia community development,” pungkasnya. (Tris/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.