Sinergi PEPC dan SKK Migas Bersama Mitra Tingkatkan Indeks Pembangunan Manusia

Bojonegoro, News172 Dilihat

Bojonegoro, sidik nusantara – PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 dan SKK Migas Jabanusa kembali bersinergi dengan mitranya untuk berpartisipasi dalam meningkatan kualitas pendidikan warga masyarakat sekitar wilayah operasi. Kegiatan yang bertajuk Program Fasilitasi Warga Belajar ini ditandai dengan masa orientasi pengenalan lingkungan sekolah bagi pendidikan kesetaraan masyarakat digelar di Balai Desa Bandungrejo, Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (09/08).

Jumlah total warga peserta program belajar kesetaraan pendidikan atau kejar paket A, B dan C se-kecamatan Ngasem pada tahun ini adalah sebanyak 408 siswa, tidak kurang 35 warga masyarakat dari berbagai kalangan usia di desa Bandungrejo mengikuti program pendidikan kesetaraan yang difasilitasi oleh PEPC dengan bekerja sama dengan mitra program yaitu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Wana Bhakti Ngasem di tahun ajaran 2023/2024 ini.

Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada kesempatan ini dibuka oleh Analis senior Pokja Pengembangan Masyarakat SKK Migas Jabanusa Rudi Hartono. Dalam kesempatan tersebut Rudi mengapresiasi upaya yang dilakukan PEPC Zona 12 bersama mitranya yang telah menghasilkan program yang cakap bagi masyarakat. Menurutnya SKK Migas sebagai Badan Pengawas sektor industri hulu migas akan selalu mendukung setiap upaya yang bisa memberikan manfaat yang keberlanjutan dibidang pembangunan sumber daya manusia.

Dari program ini, peserta warga belajar mendapatkan kesempatan menjalani proses belajar mengajar selayaknya sekolah pada umumnya dan setara dengan sekolah umum. “Terima kasih teman-teman PEPC yang sudah menginisiasi program ini. Semoga dengan program ini dapat membantu meningkatkan derajat pendidikan warga menjadi lebih baik,” urainya.

Sr. Manager Relations PEPC Regional Indonesia Timur Fitri Erika menekankan pentingnya pembekalan ilmu, karena selain bermanfaat dalam membantu kehidupan sehari-hari juga bisa menjadi modal di masa depan nanti. Karena jika tidak memiliki pendidikan dasar, tentu daya saing dalam berkompetisi akan lebih kecil peluangnya dengan yang berpendidikan lebih tinggi. “Kami berharap anak-anak kita dapat memperoleh pendidikan yang lebih baik dari kita. Untuk itu kami akan suport sepenuhnya. Semoga program ini dapat meningkatkan taraf pendidikan masyarakat serta meningkatkan taraf hidup masyarakat serta menghasilkan banyak kebaikan bagi masyarakat,” paparnya.

Sementara, mewakili warganya Camat Ngasem Iwan Sopian mengapresiasi upaya SKK Migas dan PEPC juga PKBM Wana Bhakti sebagai mitra pelaksana program. Program ini tentunya dapat berkontribusi dalam meningkatkan rata-rata lama sekolah warga Bojonegoro. “Terima kasih semuanya atas partisipasinya membantu mencerdaskan masyarakat. Semoga melalui program nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bojonegoro dapat meningkat,” ungkapnya.

Data tahun 2022 yang lalu, nilai IPM Bojonegoro adalah 70,12 persen. Dengan angka tersebut, Bojonegoro termasuk dalam enam kabupaten peraih IPM tertinggi dari total 38 kabupaten kota se-Jawa Timur. Capaian ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam meningkatkan pendidikan. Dalam mengupayakan hal ini Pemkab Bojonegoro menggandeng berbagai pihak agar peningkatan kualitas pendidikan dapat tercapai.

Para peserta kegiatan peningkatan pendidikan melalui program kejar paket A, B dan C yang diprakarsai oleh PEPC ini juga akan mendapatkan ijazah yang dapat dipergunakan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Sehari sebelum program ini dilaksanakan, PEPC dan SKK Migas Jabanusa juga melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program pengembangan masyarakat (PPM) yang ada di sekitar lokasi proyek.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan pemberian alat tulis kantor secara simbolis untuk dipergunakan sebagai penunjang aktivitas belajar mengajar. Semoga program peningkatan pendidikan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi PEPC di Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru dapat berguna dan memberikan efek berganda bagi kelancaran serta menjadi pendukung dalam mensukseskan kegiatan di industri hulu migas di Bojonegoro. (Wan/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *