Peringati Hari Aksara Internasional, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Tingkatkan Literasi untuk Kurangi Ujaran Kebencian di Tahun Politik

Daerah, News270 Dilihat

Surabaya, sidik nusantara – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat meningkatkan literasi dengan gemar membaca dari sumber yang akurat. Menurutnya, literasi dapat melindungi masyarakat dari ujaran kebencian dan hoaks di era disrupsi informasi saat memasuki tahun politik.

Ajakan ini disampaikannya bertepatan dengan Hari Aksara Internasional yang diperingati setiap tanggal 8 September. Hal ini juga sejalan dengan tema Hari Aksara Internasional Tahun 2023 dari UNESCO yaitu ‘Menggencarkan Literasi bagi Dunia Dalam Transisi: Membangun pondasi masyarakat yang berkelanjutan dan damai.’

“Literasi ini dibutuhkan masyarakat, karena saat ini tak dipungkiri banyak masyarakat lebih sering menerima informasi dari media sosial. Untuk itu masyarakat harus terus melakukan cek dan kroscek kebenaran berita dan informasi yang beredar. Caranya dengan membaca melalui lebih banyak sumber tertulis yang akurat,” ungkapnya di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (8/9).

Khofifah mengatakan, tingginya minat baca akan membuat masyarakat secara pro aktif mencari tahu terlebih dahulu terkait validitas informasi yang diterima. Literasi juga dapat mencegah masyarakat dari perselisihan, apalagi mengingat saat ini memasuki tahun politik.

“Kita harus membekali diri dengan literasi, karena jika hanya berbasis pada informasi yang beredar, kita bisa terjebak dalam konflik sosial. Ini harus hati-hati karena sebentar lagi memasuki tahun politik,” tegasnya.

“Tapi saya yakin dan optimis, warga Jatim memiliki kearifan untuk dapat menjunjung tinggi kebenaran dan keterampilan membaca,” imbuhnya.

Gubernur Khofifah sendiri sejak awal kepemimpinannya selalu gencar menekankan pentingnya minat baca dan literasi bagi masyarakat. Bukan tanpa alasan, literasi adalah faktor yang menunjang peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) berkarakter dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Berdasarkan data BPS, capaian IPM di Jatim pada 2022 tembus 72,75 persen atau tumbuh 0,85 persen dari capaian IPM 2021. Bahkan, berdasarkan Survei Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat Jatim pada tahun 2022 di angka 68,54 persen. Angka itu mengalami kenaikan sebesar 4 persen dibanding tahun 2021 di angka 64,20. Sekaligus, juga diatas nasional yaitu sebesar 63,96 pada tahun 2022.

“Peningkatan TGM juga berkat adanya beragam program untuk mendorong minat baca masyarakat, salah satunya pembangunan program perpustakaan terakreditasi. Sampai dengan Agustus 2023 jumlahnya mencapai 2.462,” terangnya.

Khofifah berharap, semangat masyarakat Jatim terhadap literasi dapat menciptakan suasana yang kondusif menjelang tahun politik. Tentunya, hal ini sebagai modal penting untuk memerangi hoaks dan ujaran kebencian ke depannya.

“Kita harus mengambil semangat Hari Aksara Internasional ini untuk kebaikan bersama, untuk Jawa Timur yang terhindar dari disrupsi informasi dan aman damai jelang 2024,” pungkas Khofifah. (Guh/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *