Layanan JKN Jamin Atresia Ani, Heri Bersyukur Aisyah Ditangani Dengan Baik

Bojonegoro, News61 Dilihat

Bojonegoro, sidik nusantara – Tak terbayangkan dalam benak Heri Sutanto (39), warga Desa Sidorejo, Kecamatan Tuban akan mempunyai putri yang mengalami atresia ani yaitu kelainan pada bayi yang lahir tanpa anus. Heri merasakan sedih teramat mengingat sang putri, Aisyah (4 bulan) merupakan putri satu-satunya yang selama ini dinantikan kehadirannya. Namun Heri tak putus asa karena ia dan keluarganya telah terdaftar menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak tahun 2020. Baginya Program JKN telah memberikannya ketenangan serta meringankan untuk membantu pembiayaan operasi putri kecilnya.

“Rasanya sedih sekali melihat putri satu-satunya yang kami tunggu kehadirannya, namun kondisinya demikian. Kerja juga tidak fokus, apalagi saya harus selalu menenangkan istri. Persalinan istri saya ini normal dan saat masa kehamilan pun kami rutin untuk memeriksakan diri ke dokter, seperti pemeriksaan Ultrasonografi (USG). Hingga pada hari kesebelas setelah lahiran, saya dan istri menemukan tidak adanya anus pada Aisyah. Kaget tentunya dan perasaan yang campur aduk harus bagaimana. Lalu kami pun membawa Aisyah ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” terang Heri.

Selanjutnya Aisyah di rujuk ke rumah sakit guna dilakukan tindakan lanjutan, yaitu operasi pembuatan stoma atau pembuatan lubang di perut yang berfungsi untuk mengeluarkan limbah dari dalam tubuh namun bukan melalui pencernaan.

“Perjuangan agar anak saya kembali normal tetap kami lakukan dengan memanfaatkan layanan JKN dan alhamdulillah tidak serupiah pun kami mengeluarkan biaya. Saya yakin jika tidak ada Program JKN tentu sangat berat bagi kami untuk membiayai pengobatan Aisyah. Setelah dilakukan operasi pembuatan stoma, proses pembuangan limbah mengandalkan kantong plastik yang dipasang di lubang stoma. Nah, disini juga harus efisiensi biaya karena wajib tersedia kantong plastik yang terkadang sehari harus ganti dua sampai tiga kali. Saya bersyukur sekali BPJS Kesehatan benar-benar membantu pembiayaan operasi ini,” kata Heri dengan mata berkaca-kaca.

Setelah operasi pertama dengan pembuatan stoma dilakukan, Aisyah harus menunggu kurun waktu selama 23 hari untuk dilakukan operasi kedua yaitu pembuatan anus. Heri mengatakan jika kondisi Aisyah harus stabil agar saat dilakukan operasi tahap kedua tidak mengalami kendala mengingat Aisyah masih berusia empat bulan.

“Tidak ada yang harus disalahkan dalam hal ini karena semua sudah menjadi kehendak Tuhan. BPJS Kesehatan secara nyata adalah media pertolongan dari Tuhan agar beban kami tidak menjadi berat, sangat luar biasa dan saya sangat bersyukur tiada henti. Apalagi sekarang ini layanan JKN tidak ribet karena saat berobat tinggal menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja, sudah langsung dapat dilayani. Semoga Asiyah diberikan kelancaran dan kemudahan dalam menjalani operasi nya yang kedua, mohon doanya,” kata Heri.

Heri, ayah dari empat orang anak ini menggunakan layanan JKN sejak persalinan anak pertamanya. Dirinya juga telah memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN terutama untuk mendaftar berobat di faskes dan memantau keaktifan kepesertaanya.

“Saya memang terdaftar sebagai peserta JKN melalui perusahaan. Namun kadang takut jika Kartu Indonesia Sehat (KIS) saya ini tidak aktif lantaran mungkin telat bayar, jadi sering lihat di Aplikasi Mobile JKN. Tidak hanya itu, saat anak saya ini mau kontrol pun tinggal buka Aplikasi Mobile JKN lalu mendaftar antreannya ke faskes. Setelah mendapatkan nomor antreannya sudah bisa mengira-ngira kapan dipanggil, saya baru berangkat ke faskes,” jelas Heri.

Heri menyampaikan rasa bangganya menjadi peserta JKN dan ia berharap semoga BPJS Kesehatan dapat berkelanjutan memberikan jaminan layanan kesehatan bagi masyarakat. Ia mengajak masyarakat yang belum terdaftar segera menjadi bagian dari peserta JKN sehingga dapat membantu peserta JKN lainnya.

“Yang saya tahu prinsipnya dengan gotong-royong semua tertolong. Semoga semakin banyak yang menjadi peserta JKN, iurannya dan kelasnya juga sama dan semakin meyakinkan jika benar-benar setara. Layanan JKN tidak pernah membuat saya ragu, semoga BPJS Kesehatan selalu dapat memberikan pelayanan kesehatan terbaiknya sepanjang masa,” tutup Heri. (Tris/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *