BPJS kesehatan Bantu Ringankan Biaya Operasi Patah Tulang Ayah Probo

Bojonegoro, News61 Dilihat

Bojonegoro, sidik nusantara – Bertugas di Polsek Balen, Polres Bojonegoro tidak membuat Probo Hari Susanto (36) melupakan kewajibannya sebagai seorang anak. Saat mengetahui ayahnya mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal, tentu Probo sangat khawatir dan segera bertindak cepat. Diketahui sang ayah tengah melakukan perjalanan melintasi areal persawahan dan terjatuh. Segera saat itu Probo mendapatkan kabar dan langsung membawa ayahnya menuju Unit Gawat Darurat (UGD) terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Beruntung sang ayah sebagai pensiunan telah terdaftar menjadi peserta JKN sehingga biaya pengobatan menjadi ringan.

“Tentu sebagai anak, saya kaget sekali ayah saya mengalami kecelakaan tunggal karena menabrak sebuah pohon. Keadaan ayah saat itu lumayan parah karena dokter menyatakan terjadi patah tulang lengan tangan kanan bagian atas sehingga harus dilakukan operasi,” terang Probo, Senin (18/03).

Probo menceritakan jika ayahnya harus menjalani rawat inap selama satu minggu untuk pemulihan. Pemasangan pen yang permanen menjadi pilihan dokter karena usia sang ayah yang telah lanjut. Menurut Probo, selama pengobatan berlangsung, pihak rumah sakit pun memberikan layanannya dengan baik dan tidak membedakan kami.

“Saya pikir pasti menjadi peserta JKN akan dikesampingkan, namun ternyata tidak. Ternyata proses administrasi saat di UDG juga cukup mudah karena saya diminta petugas untuk menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) ayah. Selanjutnya ayah langsung dibawa ke ruang tindakan tanpa menunggu waktu yang lama di UGD,” ujar Probo.

Probo menjelaskan jika ayahnya tidak mempunyai riwayat penyakit saat usia senjanya. Setiap hari rajin menerapkan pola makan dan hidup sehat. Sang ayah juga aktif dalam mengikuti senam sehat yang diadakan setiap hari Jumat di kompleks rumahnya.

“Alhamdulillah hasil laboratoriumnya juga bagus jadi kemungkinan ayah dalam kondisi kelelahan saja saat itu. Beruntungnya lagi semua biaya dijamin penuh oleh BPJS Kesehatan sehingga kami sekeluarga pun tidak mempunyai beban. Bisa dibayangkan seandainya operasi patah tulang dan ayah belum terdaftar menjadi peserta JKN tentunya biaya yang dikeluarkan cukup besar. Termasuk setelah operasi wajib kembali ke rumah sakit untuk kontrol,” kata Probo.

Layanan JKN yang selama ini menjadi cerita yang menakutkan bagi masyarakat ternyata tidak ditemui oleh Probo. Ayahnya diperlakukan dengan baik sampai sembuh. Dulu ia mengaku sering mendengar jika ada orang yang sakit lalu menggunakan layanan JKN, itu prosesnya rumit rumit. Ia juga sempat berprasangka kalau menggunakan JKN sebagai penjaminnya berobat, ia harus memfotokopi berkas yang banyak agar bisa dilayani.

“Ternyata semua kekhawatiran saya tidak terjadi. Saya benar-benar bersyukur layanan JKN semakin baik. Beberapa waktu lalu, saya merasakan mudahnya memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN saat berobat ke Klinik Pratama Polres Bojonegoro. Tinggal mendaftar saja dari tempat saya bekerja di Polsek Balen, nomor antrean langsung saya dapatkan. Jadi saat datang ke klinik, saya hanya menunggu beberapa menit saja dan langsung dipanggil ke ruangan oleh petugas. Saya sama sekali tidak ditarik biaya apapun, selain itu juga tidak perlu memfotokopi berkas apapun,” kata Probo.

Probo mengatakan bahwa perkembangan Program JKN telah membantu meringankan biaya pengobatannya dan keluarga. Ia pun tidak lagi merasa khawatir saat sakit karena telah mengantongi kepesertaan JKN. Bahkan menurutnya, saat sehat pun JKN juga memberikan manfaat bagi pesertanya, misalnya melalui layanan Skrining Riwayat Kesehatan di Aplikasi Mobile JKN.

“Luar biasa sekali layanan JKN saat ini karena setiap pesertanya telah dipantau kondisi kesehatannya melalui Skrining Riwayat Kesehatan. Semoga BPJS Kesehatan layanannya semakin baik dan pesertanya pun menjadi nyaman. Bagi saya sehat itu mahal dan perlu perjuangan untuk menjaga dan mempertahankannya,” ujar Probo. (Tris/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *