Mundakir : Andai Tak Ada JKN, Operasi Patah Tulang Bisa Habis 100 Jutaan

Bojonegoro, News39 Dilihat

Bojonegoro, sidik nusantara – Rasa syukur tiada henti terus memenuhi hati Mundakir (43), warga Desa Sumurcinde, Kabupaten Tuban. Hal ini karena ayah mertuanya menjalani operasi patah tulang selama seminggu di rumah sakit tanpa mengeluarkan biaya sedikit pun. Bahkan sampai pemulihan dengan dilakukan tindakan fisioterapi pun, ayah mertuanya tetap dijamin penuh dengan menggunakan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Ayah mertua saya ini memang sudah usia lanjut hampir 80 tahun. Suatu ketika tiba-tiba jatuh terpeleset dan mengakibatkan tidak bisa berjalan. Tentunya saya panik dan langsung membawa ke Puskesmas terdekat agar dapat diberikan pertolongan. Awalnya saya kira hanya keseleo saja, namun setelah tiga hari dari Puskesmas, keadaan belum membaik. Hingga pihak Puskesmas memberikan rujukan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit,” jelas Mundakir, Jumat (05/04).

Berbekal rujukan dari Puskesmas tempatnya terdaftar, Mundakir membawa ayah mertuanya ke rumah sakit dengan tujuan Poli Ortopedi. Ia pun tidak lupa memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN-nya untuk mengambil nomor antrean secara onlline agar tidak terlalu lama antre.

“Layanan JKN ini sekarang ini anti ribet. Dengan hanya menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja sudah langsung dapat dilayani. Nomor antrean yang didapat juga tidak terlalu besar urutannya sehingga kami bisa dengan cepat bisa bertemu dengan dokter spesialis yang menangani,” tutur Mundakir.

Selanjutnya, Mundakir membawa ayahnya menuju ruang radiologi guna dilakukan foto scan. Hal itu diperlukan dokter untuk mendiagnosa penyakit agar tindakan yang di berikan pun tepat sasaran. Setelah dilakukan foto scan ternyata hasilnya bahwa tulang sendi ayahnya patah dan dokter mengatakan ayah Mundakir perlu segera dioperasi.

“Awalnya saya tidak tega melihat kondisi ayah yang sudah usia senja untuk dilakukan operasi. Namun hanya dengan jalan tersebut maka kondisi ayah bisa semakin membaik. Kami sekeluarga akhirnya setuju dengan saran dokter untuk dilakukan operasi besok harinya,” ucap Mundakir.

Akhirnya tiba saat operasi dengan waktu selama hampir tiga jam untuk menjalani operasi patah tulang. Mundakir juga bersyukur karena hasil laboratorium sang ayah tidak begitu mengkhawatirkan di usia senjanya. Hampir seminggu lamanya sang ayah dirawat inap karena operasi patah tulang hingga kondisinya membaik.

“Saya pun sempat berpikir dan iseng menanyakan ke perawat ruangan yang bertugas jika operasi ini tanpa menggunakan layanan JKN. Ternyata hampir seratus juta rupiah biaya yang dibutuhkan untuk operasi tersebut. Tentunya biaya yang besar ini tidak mungkin kami miliki sehingga bersyukur sekali sejak dulu telah terdaftar menjadi peserta JKN,” kata Mundakir.

Setelah selesai menjalani rawat inap, sang ayah masih harus menjalani fisioterapi agar kemampuan berjalannya semakin baik. Mundakir menyadari jika usia yang sudah senja tidak mampu dengan cepat pulih kembali. Namun berkat dukungan dokter dan perawat yang melayani dengan sangat baik ayahnya, Mundakir pun menjadi bersemangat agar ayahnya sehat kembali.

“Akhirnya proses rawat jalan di poli fisioterapi ini dilakukan seminggu sekali dan dokter terus memantau perkembangan ayah. Coba dibayangkan jika kami sekeluarga tidak mempunyai JKN, tentu tidak sanggup sampai tuntas menyembuhkan ayah. Jadi tidak masalah jika setiap bulan harus membayar iuran JKN yang kata orang-orang mahal namun bagi saya tidak. Karena proses penyembuhan ini masih memerlukan proses yang lumayan lama untuk membuat kondisi stabil. Jika tidak mengandalkan JKN, sangat berat biaya pengobatannya,” jelas Mundakir.

Mundakir pun berharap jika layanan JKN yang anti ribet ini dapat dipertahankan. Ia pun tidak merasa berat untuk membayar iuran JKN setiap bulannya. Menurutnya manfaat layanan JKN yang besar tidak seberapa dengan iuran yang setiap bulan ia bayarkan.

“Saya yakin, mereka yang mengatakan jika layanan JKN ini tidak memuaskan karena belum tahu saja manfaat yang dihadirkan. Belum lagi sekarang di Aplikasi Mobile JKN ada layanan Skrining Riwayat Kesehatan untuk peserta JKN dapat mengisikan sesuai dengan riwayat kesehatannya. Sehat saja dijamin, apalagi sakit. Terima kasih banyak BPJS Kesehatan, layanan kesehatanmu tidak dapat kami pandang sebelah mata,” ungkap Mundakir. (Tris/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *