Fraksi PKB Tolak Keras Penggantian Nama Masjid An Nahda

Bojonegoro, News56 Dilihat

Bojonegoro, sidik nusantara — Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bojonegoro menyatakan protes keras terkait perubahan nama Masjid An Nahda di Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro.

Perubahan nama masjid yang dikenal sebagai ikon wisata religi tersebut dinilai Tidak ada urgensinya..dan dapat memicu kegaduhan di kalangan umat..dan malah menciptakan perpecahan di kalangan umat..serta tidak mencerminkan aspirasi masyarakat.

Ketua Fraksi PKB Kabupaten Bojonegoro, M. Suparno, menilai langkah perubahan nama tersebut tidak mendesak dan berpotensi menimbulkan gesekan antarwarga.

“Kami merasa perubahan nama tersebut tidak substansial, malah menimbulkan kegaduhan di bawah,” tegas Suparno saat memberikan keterangan resmi, Sabtu (29/11/2025).

Menurutnya, nama An Nahda telah melekat di publik, baik di kalangan wisatawan maupun masyarakat luas, termasuk di ruang digital. Sehingga, perubahan nama dinilai justru berisiko mengganggu stabilitas sosial dan perkembangan wisata religi yang sudah berjalan dengan baik.

“Nama An Nahda sudah sangat populer, baik di kalangan wisatawan maupun di media sosial. Perubahan ini justru berpotensi merugikan semua pihak,” lanjutnya.

Suparno menambahkan, pembangunan masjid tersebut menggunakan anggaran daerah (APBD) dan selama ini telah memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu, ia menilai pemkab maupun instansi terkait harus lebih berhati-hati dan mempertimbangkan dampak sosial sebelum mengambil keputusan.

“Jangan asal merubah nama jika hanya akan menimbulkan efek kurang baik di kemudian hari,” pemkab harusnya sibuk memakmurkan dan mengembangkan masjid, daripada melakukan hal-hal yang sama sekali tidak urgent.” tutup M. Suparno. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *