Bojonegoro, sidik nusantara – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) terus memperkuat langkah promosi kawasan Geopark sebagai destinasi wisata unggulan berbasis geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui penyelenggaraan Lomba Cipta Jingle Geopark Bojonegoro yang resmi digelar mulai akhir Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan branding Geopark Bojonegoro agar semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Lomba tersebut sekaligus menjadi media partisipasi masyarakat, khususnya pelaku seni dan industri kreatif musik, dalam membangun identitas promosi daerah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro Elzadeba Agustina, SH, M.Kes menyampaikan bahwa Lomba Cipta Jingle Geopark Bojonegoro merupakan langkah strategis dalam memperkuat identitas promosi daerah sekaligus melibatkan masyarakat secara langsung dalam pengembangan sektor pariwisata.
“Kegiatan ini bukan sekadar lomba musik, tetapi bagian dari upaya membangun branding Geopark Bojonegoro agar memiliki identitas promosi yang kuat, mudah diingat, dan mampu merepresentasikan kekayaan geologi, budaya, serta keanekaragaman hayati yang kita miliki,” ujarnya.
Lomba ini memiliki sejumlah tujuan utama, di antaranya menciptakan jingle resmi sebagai identitas promosi Geopark Nasional Bojonegoro, meningkatkan daya tarik kawasan geopark dalam proses menuju pengakuan UNESCO Global Geopark (UGGp), serta mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis seni musik yang berdaya saing di daerah.
Menariknya, lomba ini menghadirkan musisi nasional Rere Reza, drummer legendaris yang dikenal bersama band Grass Rock, serta pernah terlibat sebagai additional player di Dewa 19 dan Ada Band, sebagai dewan juri utama.
Kompetisi ini menawarkan hadiah utama sebesar Rp. 5.500.000 bagi karya terbaik yang mampu merepresentasikan karakter Geopark Bojonegoro secara musikal, kreatif, dan komunikatif.
Adapun periode kompetisi berlangsung mulai 28 Februari hingga 10 April 2026. Peserta dari berbagai kalangan, baik musisi profesional, komunitas seni, pelajar, hingga masyarakat umum, diundang untuk berpartisipasi.
Masyarakat, musisi, dan pelaku kreatif yang berminat mengikuti lomba dapat mengakses petunjuk teknis dan melakukan pendaftaran melalui tautan berikut:
http://s.id/JingleGeoparkBojonegoro
Melalui lomba ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap lahir karya jingle yang mampu menjadi ikon promosi daerah sekaligus memperkuat citra Bojonegoro sebagai kawasan geopark yang memiliki nilai edukasi, konservasi, dan pariwisata berkelanjutan.
“Kami berharap lahir jingle terbaik yang nantinya menjadi suara resmi promosi Geopark Bojonegoro dan mampu memperkuat posisi Bojonegoro sebagai destinasi wisata edukatif dan berkelanjutan,” pungkas Kepala Disbudpar Bojonegoro. (Red)














