BATU, Sidik Nusantara – Banyak siswa kelas 6B yang kurang memiliki minat atau motivasi intrinsik untuk membaca dan belajar. Hal ini dikarenakan banyaknya distraksi dari media sosial, game, atau hiburan lainnya yang dianggap lebih menarik serta tidak adanya contoh atau dukungan dari keluarga dan teman untuk kegiatan literasi membaca.
Guru SDN Pendem 01 (Spensa) Kota Batu ini, Selvie Elly Anggraeni SPd menuturkan, “BANTAI SERI” (Membaca Berantai Setiap Hari), jadi siswa dilatih keterampilan membacanya dengan teknik membaca berantai. Selain itu, beberapa siswa masih memiliki keterbatasan dalam kemampuan literasi dasar seperti tidak mampu menangkap makna inti dari bacaan, perbendaharaan kata yang minim Kesulitan menyusun kalimat, paragraf, atau mengekspresikan ide secara tertulis dengan jelas dan koheren.

“Pendidikan karakter yang diterapkan di Spensa salah satunya adalah mewujudkan peserta didik yang kreatif. Hal itu sesuai dengan salah satu visi Spensa yaitu terwujudnya peserta didik yang kreatif. Karakter kreatif pada siswa memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya untuk keberhasilan akademis, tetapi juga untuk kesuksesan di masa depan. Literasi membaca dan kreativitas sangat erat dan saling mendukung. Membaca tidak hanya meningkatkan pengetahuan tetapi juga menjadi fondasi penting untuk mengembangkan karakter kreatif pada siswa,” tuturya, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, jika kegiatan literasi membaca dianggap membosankan, tujuan utama untuk menumbuhkan minat baca akan sulit tercapai banyak program literasi di sekolah terjebak dalam format yang kaku dan tidak bervariasi. Siswa sering diminta untuk membaca dan menulis karena tuntutan kurikulum, bukan karena mereka tertarik. Kegiatan seperti “membaca wajib” tanpa ada tindal lanjut yang menarik, atau membuat ringkasan yang kaku, sering kali menjadi beban bagi siswa.
“Adapun keunggulan medote Berantai Seri ini yaitu meningkatkan keterampilan membaca lancar. Siswa yang membaca bergantian secara rutin akan terbiasa membaca dengan intonasi yang tepat, kecepatan yang wajar, dan artikulasi yang jelas. Hal ini juga membantu mereka mengatasi kesulitan membaca kata-kata yang kompleks,” ucap guru mudah ini dengan penuh semangat.
Di sisi lain, membaca berantai memberikan kesempatan untuk berlatih dalam kelompok kecil yang suportif. Karena hanya membaca sebagian kecil teks, tekanan yang dirasakan lebih ringan. Seiring berjalannya waktu, ini bisa menjadi batu loncatan bagi mereka untuk lebih berani dan percaya diri dalam menyampaikan pendapat.
“Setiap siswa harus tetap fokus agar dapat memahami alur cerita secara keseluruhan dan tahu kapan giliran mereka tiba. Hal ini secara otomatis melatih kemampuan menyimak yang merupakan bagian penting dari literasi. Dengan membaca dan menyimak secara bergantian, siswa memiliki kesempatan untuk berdiskusi dan bertukar pikiran tentang isi teks. Mereka bisa mengajukan pertanyaan, membuat prediksi, atau mengklarifikasi bagian yang sulit dipahami. Ini mendorong pemahaman yang lebih mendalam dan melatih kemampuan berpikir kritis, tidak hanya sekadar membaca kata-kata,” tandasnya
Dia tegaskan, memperkuat pemahaman teks dan analisis kritis. Dengan membaca dan menyimak secara bergantian, siswa memiliki kesempatan untuk berdiskusi dan bertukar pikiran tentang isi teks. Mereka bisa mengajukan pertanyaan, membuat prediksi, atau mengklarifikasi bagian yang sulit dipahami. Ini mendorong pemahaman yang lebih mendalam dan melatih kemampuan berpikir kritis, tidak hanya sekadar membaca kata-kata.
“Menciptakan suasana kelas yang interaktif dan kolaboratif. Membaca berantai adalah kegiatan yang secara inheren bersifat interaktif. Metode ini memecah kebosanan membaca individu dan menciptakan suasana belajar yang hidup dan kolaboratif. Siswa bekerja sama untuk menyelesaikan tugas membaca, yang juga memperkuat hubungan sosial dan kerja tim. Alternatif pembelajaran yang menyenangkan. Metode ini dapat menjadi selingan yang menyegarkan dari metode pembelajaran membaca yang monoton,” tegasnya.
Adapun tujuan program membaca berantai yaitu menumbuhkan minat baca dan meningkatkan kemampuan literasi secara interaktif dan kolaboratif. Metode ini bukan hanya tentang menyelesaikan sebuah teks, tetapi juga memanfaatkan dinamika kelompok untuk mencapai beberapa tujuan spesifik. Meningkatkan Kelancaran dan Pemahaman Membaca,” paparnya.
Dengan membaca berantai, siswa atau peserta akan sering berlatih membaca teks dengan lantang. Ini membantu mereka melatih kelancaran (fluency) membaca, ketepatan pengucapan, dan intonasi yang benar. Secara tidak langsung, ini juga melatih mereka untuk lebih fokus pada setiap kata dan kalimat, yang pada akhirnya akan memperdalam pemahaman mereka terhadap isi teks.
“Membangun kepercayaan diri dan Keterampilan berbicara di depan umum. Bagi banyak orang, membaca di depan umum bisa menjadi tantangan. Membaca berantai mengurangi tekanan ini karena setiap orang hanya membaca sebagian kecil dari teks. Secara bertahap, hal ini membantu peserta membangun kepercayaan diri dan membiasakan diri berbicara di depan kelompok, yang merupakan keterampilan penting dalam berkomunikasi,” bebernya.
Kendati demikian, manfaat program membaca berantai ini yaitu tumbuhnya minat baca dan meningkatkan kemampuan literasi secara interaktif dan kolaboratif. Meningkatnya kelancaran dan pemahaman membaca.
“Terbangunnya kepercayaan diri dan keterampilan berbicara di depan umum. Berkembangnya keterampilan menyimak yang aktif, berkembangnya keterampilan berdiskusi dan berpikir kritis.Terciptanya suasana belajar yang menyenangkan dan kolaboratif,” pungkasnya.
Penulis : Akasa Putra.
Editor Akasa Putra.














