Bojonegoro, sidik nusantara – Bagi Alivia Tika Arsyavin (19), menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bukan sekadar memiliki jaminan kesehatan. Warga Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, itu memahami bahwa kepesertaan yang aktif dan kepatuhan terhadap prosedur pelayanan menjadi bagian penting agar manfaat JKN dapat dirasakan secara optimal.
Alivia yang rutin memanfaatkan layanan kesehatan melalui JKN selalu memastikan status kepesertaannya tetap aktif sebelum berobat. Melalui Aplikasi Mobile JKN yang terpasang di telepon genggamnya, ia dapat memantau status kepesertaan dengan mudah.
“Sebelum berobat, hal yang paling penting adalah memastikan kepesertaan JKN dalam keadaan aktif. Jangan sampai saat membutuhkan pelayanan kesehatan ternyata status kepesertaan tidak aktif karena ada tunggakan iuran,” ujar Alivia, Kamis (13/08).
Menurutnya, kedisiplinan membayar iuran menjadi salah satu cara menjaga perlindungan kesehatan tetap tersedia saat dibutuhkan. Untuk menghindari keterlambatan pembayaran, Alivia memilih menggunakan fasilitas autodebit yang dinilainya praktis dan membantu.
“Dengan autodebit, kita tidak perlu khawatir lupa membayar. Iuran akan terbayarkan secara otomatis sehingga status kepesertaan tetap aktif. Saya sendiri sudah lama menggunakan autodebit dan sangat terbantu,” katanya.
Selain menjaga kepesertaan tetap aktif, Alivia menilai pemahaman terhadap prosedur pelayanan JKN juga tidak kalah penting. Ia melihat masih ada masyarakat yang beranggapan bahwa ketika sakit, peserta JKN harus langsung datang ke rumah sakit. Padahal, pelayanan kesehatan dilakukan secara berjenjang, dimulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
“Kalau sakit, tidak harus langsung ke rumah sakit. Peserta sebaiknya datang terlebih dahulu ke puskesmas, klinik, atau dokter yang terdaftar sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama. Jika memang membutuhkan penanganan lanjutan sesuai indikasi medis, baru akan diberikan rujukan ke rumah sakit,” jelasnya.
Namun, ketentuan tersebut tidak berlaku dalam kondisi gawat darurat. Peserta yang mengalami kondisi mengancam nyawa, seperti gangguan jalan napas, pernapasan, sirkulasi, penurunan kesadaran, maupun kondisi darurat lainnya dapat langsung memperoleh pelayanan di fasilitas kesehatan terdekat tanpa memerlukan surat rujukan.
Bagi Alivia, kesabaran juga menjadi bagian penting ketika menjalani setiap tahapan pelayanan. Ia memahami bahwa JKN dimanfaatkan oleh banyak masyarakat sehingga antrean dan proses pelayanan terkadang membutuhkan waktu. Kini, peserta juga dapat memanfaatkan layanan antrean online untuk membantu membuat proses berobat lebih praktis.
“Peserta harus sabar karena pengguna JKN sangat banyak. Setiap hari ada jutaan pemanfaatan layanan JKN. Yang penting kita mengikuti prosedur dan menunggu sesuai antrean yang berlaku. Apalagi sekarang ini, peserta yang berobat dapat memanfaatkan antrean online,” ungkapnya.
Jika mengalami kendala selama mendapatkan pelayanan di rumah sakit, Alivia mengingatkan peserta agar tidak ragu meminta bantuan kepada Petugas BPJS SATU maupun Petugas Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP). Informasi nama dan nomor WhatsApp petugas tersedia di loket informasi rumah sakit sehingga dapat dihubungi saat diperlukan.
Sebagai peserta JKN, Alivia mengaku merasakan manfaat program tersebut, termasuk kemudahan dalam memperoleh informasi dan mengakses layanan administrasi. Menurutnya, berbagai inovasi digital yang dikembangkan BPJS Kesehatan turut membuat pelayanan semakin mudah dijangkau peserta.
“Saya sangat mengapresiasi BPJS Kesehatan yang terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan menghadirkan berbagai inovasi digital, seperti Mobile JKN yang sangat memudahkan peserta dalam mengakses informasi maupun layanan administrasi,” tuturnya.
Ke depan, Alivia berharap kualitas pelayanan dan kemudahan akses Program JKN terus ditingkatkan, termasuk bagi masyarakat yang berada di daerah. Ia juga berharap semakin banyak peserta memahami hak dan kewajibannya sehingga perlindungan JKN dapat dimanfaatkan dengan baik saat dibutuhkan.
“Semoga BPJS Kesehatan terus berkembang, memberikan pelayanan yang semakin baik, dan tetap menjadi pelindung kesehatan masyarakat Indonesia. Saya juga berharap masyarakat semakin sadar untuk menjaga kepesertaan tetap aktif dan mengikuti prosedur yang berlaku agar manfaat JKN bisa dirasakan secara optimal,” pungkas Alivia. (Red)














