Pensiunan ASN Asal Bojonegoro Akui Pelayanan Antrean Online BPJS Kesehatan Lebih Cepat, Baik Dan Mudah

Bojonegoro, News322 Dilihat

Bojonegoro, sidik nusantara – Masyarakat kini semakin mudah jika ingin menikmati fasilitas kesehatan. Sebab, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan telah menambah fiture antrean online yang terhubung dengan aplikasi mobile JKN.

Layanan antrean online tersebut dirasakan oleh Erni (60) pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Kabupaten Bojonegoro. Menurutnya, ia telah sering memanfaatkan layanan JKN. Dengan memanfaatkan layanan antrean online tersebut, Erni merasa mudah dan lebih cepat. Sebab, dengan menggunakan layanan tersebut, tidak perlu antri berlama-lama jika berobat di Rumah sakit.

Pensiunan ASN tersebut terdaftar sebagai peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) kelas 1. Erni sapaan akrabnya telah menjadi peserta rutin prolanis sejak 3 tahun terakhir di salah satu Faskes Tingkat Pertama (FKTP) tempatnya terdaftar. Ia pun merasa diuntungkan dengan kehadiran antrean online sehingga tidak membuatnya antri saat kontrol setiap bulannya.

“Awalnya saya tidak paham tentang antrean online, namun petugas di FKTP menjelaskan tentang kemudahan yang di berikan untuk peserta JKN agar tidak berlama-lama menunggu dan akhirnya saya bisa menjalankannya. Tentunya saya sangat senang dan tidak antre lagi,” terang Erni.

Sebelum datang ke FKTP, Erni telah mendaftar melalui smartphonenya. Hal ini ia lakukan agar saat tiba di FKTP, Erni tinggal menunjukkan bukti pendaftaran ke petugas administrasi dari telepon genggamnya.

“Petugas administrasi di FKTP juga cekatan dan sudah mahir untuk melihat kebenaran pendaftaran yang saya lakukan melalui antrean online. Setelah ada nama saya, kemudian saya dipersilahkan masuk sesuai urutan ke ruangan periksa dokter. lebih cepat lebih baik agar saya tidak menunggu lama,” tutur Erni.

Wanita asal Desa Campurejo, Kecamatan Kota Bojonegoro ini mengaku tidak memanfaatkan layanan JKN dengan pengobatan berbiaya mahal saja. Tapi, saat sakit ringan pun tetap memanfaatkan layanan JKN. Selain itu, Erni juga tak pernah sekalipun berobat dengan membayar sendiri.

“Sebenarnya banyak sekali yang menawarkan kemudahan saat berobat tanpa menggunakan layanan JKN, tapi saya tidak mau menyalahi dosis yang sudah saya konsumsi setiap bulannya. Untuk itu saya tetap berhati-hati bahwa obat murah yang kata orang begitu bukan berarti tidak bermutu,” pungkas Erni.

Erni berharap bagi peserta JKN yang sudah pensiunan khususnya, diberikan kemudahan layanan, mengingat jika sudah lanjut usia keterbatasan itu pasti ada.

“Semoga BPJS Kesehatan semakin terdepan dan ramah dalam melayani pesertanya, sabar menjelaskan info terbaru, dan semakin banyak kegiatan positif khususnya bagi lansia. Terima kasih BPJS Kesehatan,” tutup Erni. (Tris/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.