Layanan JKN Ringankan Pemuda Berusia 23 Tahun Berobat Rutin Ke Poli Syaraf

Bojonegoro, News277 Dilihat

Bojonegoro, sidik nusantara – Di tahun 2019 silam, Setya Aji Nurfaizi (23) mengalami kecelakaan yang menyebabkan dirinya sering merasa sakit di bagian pinggang. Hingga saat ini, warga asli Desa Sumbang Kecamatan Bojonegoro tersebut masih rutin kontrol ke rumah sakit untuk meredakan nyeri pinggangnya di poli syaraf. Beruntung dengan statusnya sebagai karyawan swasta, dirinya telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), sehingga ia dapat memanfaatkan haknya sebagai peserta untuk berobat dengan gratis.

“Sebenarnya saya sudah terdaftar sebagai peserta JKN sejak kecil mengikuti kepesertaan orang tua terdaftar sebagai anak ASN. Nah sekarang karena sudah bekerja jadi di tanggung oleh perusahaan,” jelas Aji.

Seminggu sekali, Aji rutin melakukan kontrol di RSUD Sosodoro Djatikoesomo Bojonegoro sekaligus melakukan fisioterapi. Aji mengakui tanpa layanan JKN, biaya pengobatannya akan menguras sedikit tabungannya.

“Ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan, karena pengobatan ini masih terus berlanjut mungkin sampai lima bulan kedepan. Beruntung untuk urusan administrasi di rumah sakit sangat mudah, tinggal menunjukkan kartu JKN dan surat rujukan dari FKTP terdaftar, saya langsung di layani,” terang Aji.

Aji menyadari dirinya tak bisa bergantung kepada orang lain untuk proses pemulihannya tersebut. Dia beranggapan jika dirinya sakit, tidak semua orang yang ada di sekitarnya dapat membantu dengan maksimal.

“Iya kalo punya uang, jika tidak tentunya saya harus berusaha sendiri untuk kesembuhan sakit saya. Alhamdulillah masih dijamin oleh Program JKN,” tambah Aji.

Aji berharap semoga sampai ia tua nanti Porgram JKN ini tetap bisa memberikan pelayanan prima pada pesertanya, terlebih berpihak bagi masyarakat miskin agar semua dapat dijamin layanan kesehatannya di BPJS Kesehatan.

“Doanya sih sehat terus saja ya, agar saya bisa membantu mereka yang sedang sakit dan berbiaya mahal. Perlu edukasi lebih pada yang belum paham agar segera mendaftar menjadi peserta JKN dan paham manfaatnya. Tidak rugi untuk berbuat baik bagi sesama. Jaya terus ya BPJS Kesehatan,” tutup Aji. (Tris/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *