BATU, Sidik Nusantara – Sebagai bentuk komitmen dalam melestarikan bahasa dan budaya daerah, SDN Sisir 03 (ESSIGA) Kota Batu, menghadirkan inovasi pembelajaran Bahasa Jawa melalui media Omah Si Komo (Sinau Ngoko lan Krama). Media ini dikembangkan untuk membantu siswa kelas 4 memahami dan menerapkan unggah – ungguh basa secara tepat dalam kehidupan sehari-hari.

Guru ESSIGA, Lanny Eka Putri SPd, SD ini menuturkan bahwa Omah Si Komo dirancang dengan pendekatan pembelajaran kontekstual dan partisipatif. Siswa tidak hanya mempelajari teori perbedaan basa ngoko dan basa krama, tetapi juga dilibatkan dalam praktik langsung melalui simulasi percakapan, permainan edukatif, serta contoh situasi nyata seperti berbicara dengan teman sebaya, guru, orang tua, dan masyarakat sekitar.
“Dengan desain yang menarik dan bahasa yang mudah dipahami, media ini mendorong siswa belajar secara aktif dan menyenangkan. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi terhadap siswa kelas 4 SDN Sisir 03, penggunaan media Omah Si Komo menunjukkan tingkat keberhasilan sebesar 73% dalam kategori sangat terbantu dan efektif meningkatkan pemahaman siswa,” tuturya, Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, capaian ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa merasakan manfaat nyata dari penggunaan media dalam pembelajaran Bahasa Jawa. Keberhasilan tersebut terlihat dari beberapa indikator, antara lain:
– Siswa mampu membedakan penggunaan basa ngoko dan basa krama dengan lebih tepat.
Siswa lebih percaya diri saat berbicara menggunakan basa krama kepada guru dan orang yang lebih tua.
– Siswa terbiasa menggunakan basa ngoko saat berkomunikasi dengan teman sebaya.
– Terjadi peningkatan sikap santun dan kesadaran berbahasa sesuai unggah – ungguh.
“Kebermanfaatan media Omah Si Komo ini tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil belajar di kelas, tetapi juga membentuk kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari,” ucapannya.
Tidak tanggung-tanggung, saat ini siswa sudah mulai mampu menempatkan diri dalam berbahasa sesuai situasi dan kondisi, sehingga nilai-nilai kesopanan, penghormatan, dan karakter berbudi pekerti semakin tertanam.
“Dengan capaian keberhasilan 73%, Omah Si Komo menjadi salah satu praktik baik inovasi pembelajaran di ESSIGA yang terus dikembangkan secara berkelanjutan. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam penguatan pembelajaran Bahasa Jawa yang bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada pelestarian budaya daerah,”pungkasnya.
Penulis : Akasa Putra.
Editor : Akasa Putra.








