“SEBLAK ” Makin Dihati Siswa Spensa

Daerah, News, Pendidikan62 Dilihat

BATU, Sidik Nusantara – Siswa masih kesulitan memahami konsep-konsep dasar matematika seperti operasi hitung dasar. Siswa kesulitan mengaplikasikannya dalam konteks soal cerita atau situasi nyata. Terbatasnya penggunaan media pembelajaran interaktif di dalam kelas. Rendahnya minat dan motivasi siswa untuk belajar numerasi.

Guru Spensa, Yuyun Ani Faturohmah, S.Pd, Wali Kelas 5 B ini menuturkan, SEBLAK (Serunya Belajar Angka) adalah sebuah inovasi program pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman konsep dasar numerasi pada siswa, khususnya kelas 5. Inovasi ini menciptakan jembatan antara dunia nyata (melalu permainan atau konteks yang relevan) dengan konsep-konsep abstrak, sehingga membantu siswa untuk mengembangkan kecintaan dan pemahaman yang lebih mendalam terhadap angka.

Guru Spensa, Yuyun Ani Faturohmah, S.Pd, Wali Kelas 5 B.

“Seblak merupakan inovasi untuk meningkatkan pemahaman konsep da numerasi pada siswa terutama kelas 5. Program ini terinspirasi dari kejenuhan siswa setiap kali pelajaran Matematika seolah-olah Matematika menjadi momok yang kurang disukai,” tuturnya, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, SEBLAK adalah bagian dari pembiasaan positif yang mendukung Kurikulum. Dengan pembelajaran menyenangkan dan interaktif, siswa akan terbiasa mencintai Matematika, bukan hanya sebagai pelajaran wajib, tetapi sebagai keterampilan hidup.

“Melakukan evaluasi mingguan dengan mengumpulkan umpan balik dari siswa. Pemberian reward bagi siswa yang sudah paham hitung cepat,” ucapnya, sembari ramah.

Dijelaskannya, peningkatan ketrampilan numerasi siswa dibiasakan memahami dan menguasai operasi hitung dasar dengan cepat dan tepat. Pembelajaran berbasis pengalaman, siswa belajar melalui permainan, tantangan, dan kuis yang dirancang menarik

“Penguatan rasa percaya diri siswa, siswa yang berhasil memahami hitung cepat akan mendapatkan reward, baik penghargaan, hak istimewa, pengakuan berupa maupun. Mendorong kolaborasi siswa kegiatan dirancang dalam bentuk kelompok, melatih siswa untuk bekerja sama dan saling membantu. Pendekatan menyenangkan siswa belajar Matematika dengan metode yang seru dan interaktif, menghilangkan rasa bosan dan jenuh,” jelasnya.

Walaupun demikian, monitoring dan evaluasi berkala, guru mencatat perkembangan siswa dalam kemampuan hitung cepat setiap minggu. Refleksi program, setiap bulan, guru dan siswa bersama sama melakukan refleksi mengenai kesulitan dan keunggulan program.

“Materi dan media pembelajaran SEBLAK diperbarui secara berkala agar tidak membosankan. Siswa yang sudah mahir dijadikan tutor sebaya untuk membantu teman-teman mereka. Guru terus berkomunikasi dengan orang tua, memberikan laporan perkembangan dan tips latihan di rumah,” tandas, guru senior ini dengan penuh semangat.

Tujuan Program ini tentunya untuk meningkatkan pemahaman konsep dasar numerasi pada siswa. Mengembangkan keterampilan pemecahan masalah kontekstual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Menumbuhkan minat dan motivasi siswa terhadap pembelajaran numerasi melalui kegiatan yang lebih interaktif, menyenangkan, dan bermakna

“Meningkatkan efektivitas metode pembelajaran numerasi melalui pendekatan terdiferensiasi, berbasis inkuiri, dan penggunaan alat peraga yang lebih optimal,” paparnya.

Meningkatnya pemahaman konsep dasar numerasi pada siswa, berkembangnya keterampilan pemecahan masalah kontekstual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, tumbuhnya minat dan motivasi siswa terhadap pembelajaran numerasi melalui kegiatan yang lebih interaktif, menyenangkan, dan bermakna. Meningkatnya efektivitas metode pembelajaran numerasi melalui pendekatan terdiferensiasi, berbasis inkuiri, dan penggunaan alat peraga yang lebih optimal.

“Mendapatkan strategi dan metode pembelajaran numerasi yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan siswa, memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kesulitan belajar siswa dalam numerasi, mendapatkan data perkembangan kemampuan numerasi siswa untuk perbaikan pembelajaran yang berkelanjutan. Meningkatnya kualitas pembelajaran numerasi yang berpengaruh dalam Rapor Pendidikan, meningkatnya citra sekolah sebagai institusi yang inovatif dan responsif terhadap kebutuhan siswa,” pungkasnya.

Penulis : Akasa Putra.

Editor : Akasa Putra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *