Bojonegoro, sidik nusantara – Ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Bojonegoro dipastikan aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan petani selama musim tanam 2026. Hingga pertengahan Mei 2026, distribusi pupuk subsidi di sejumlah wilayah berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Salah satu kios resmi yang menjadi penyalur pupuk subsidi, UD Usaha Tani di Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, mencatat total alokasi pupuk subsidi mencapai 325,3 ton untuk enam kelompok tani utama sepanjang Januari hingga Desember 2026.
Rinciannya, pupuk Urea N 46 persen menjadi jenis pupuk dengan jumlah terbesar yakni 149,4 ton, disusul NPK Phonska sebanyak 145,9 ton, serta Organik Granul sebesar 30,5 ton.
Pemilik Kios Pupuk UD Usaha Tani, Rifaun Naim mengatakan, pihaknya terus memastikan stok pupuk bersubsidi tetap aman agar petani tidak mengalami kesulitan selama musim tanam berlangsung.
“Distribusi pupuk sampai saat ini berjalan stabil dan aman. Kebutuhan petani masih bisa terpenuhi dengan baik,” ujar Naim, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, penyaluran pupuk di wilayah Desa Ngraseh bahkan telah melampaui target yang ditetapkan PT Pupuk Indonesia (Persero). Hingga pertengahan Mei 2026, realisasi distribusi pupuk di UD Usaha Tani telah mencapai lebih dari 62 persen, sedangkan target perusahaan berada di angka 60 persen.
Pupuk NPK Phonska menjadi jenis pupuk dengan tingkat penebusan tertinggi yakni mencapai 63 persen dari total alokasi. Sementara pupuk Urea tercatat sebesar 62,9 persen dan Organik Granul sebesar 55,8 persen.
“Target PI 60 persen, sedangkan realisasi distribusi UD Usaha Tani sudah mencapai lebih dari 62 persen,” tambahnya.
Selain itu, para petani juga mulai memanfaatkan aplikasi i-Pubers (Integrasi Pupuk Bersubsidi) dalam proses penebusan pupuk subsidi. Aplikasi yang dikembangkan Kementerian Pertanian bersama PT Pupuk Indonesia tersebut dinilai mempermudah petani memperoleh pupuk secara cepat, mudah, dan transparan.
Di tingkat kabupaten, realisasi penyaluran pupuk subsidi di Bojonegoro hingga saat ini telah mencapai 55.257 ton atau sekitar 42,45 persen dari total alokasi tahun 2026 sebesar 130.177 ton.
Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki, M. Ali Irtadho menyebut para petani sejauh ini tidak mengalami kendala dalam mendapatkan pupuk bersubsidi. Ketersediaan stok di kios dan gudang dinilai masih mencukupi kebutuhan anggota kelompok tani.
Menurut Ali, kelancaran distribusi pupuk tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang mempermudah proses penebusan serta penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku sejak Oktober 2025.
“Distribusi berjalan lancar dan stok pupuk masih aman. Data penyaluran juga sesuai antara alokasi, penebusan, dan sisa stok,” kata Ali.
Sementara itu, Kepala Bidang Sarana, Prasarana dan Perlindungan Tanaman Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Yuseriza A. Leksana mengatakan, serapan pupuk subsidi sejauh ini masih berjalan sesuai kebutuhan petani di lapangan.
“Realisasi penyaluran pupuk subsidi hingga saat ini sudah mencapai 55.257 ton atau sekitar 42,45 persen dari total alokasi yang tersedia. Penyaluran ini akan terus bertambah seiring berlangsungnya musim tanam di sejumlah wilayah,” ujar Riza, Selasa (12/5/2026).
Rinciannya, pupuk Urea telah tersalurkan sebanyak 26.863 ton dari total alokasi 63.213 ton atau 42,50 persen. Kemudian pupuk NPK terealisasi 22.230 ton dari alokasi 53.015 ton atau 41,93 persen.
Sementara pupuk Organik telah terserap 6.165 ton dari total alokasi 13.948 ton atau mencapai 44,20 persen. Sedangkan pupuk ZA baru dialokasikan 1 ton dan belum ada realisasi penyaluran.
Dari total alokasi tersebut, sisa stok pupuk subsidi di Bojonegoro masih mencapai 74.920 ton. Terdiri dari Urea sebanyak 36.350 ton, NPK 30.785 ton, Organik 7.783 ton, dan ZA 1 ton.
Riza menegaskan, ketersediaan pupuk subsidi di Bojonegoro hingga saat ini masih aman dan mencukupi kebutuhan petani. Ia juga mengimbau para petani memanfaatkan pupuk subsidi secara bijak sesuai kebutuhan dan dosis anjuran agar distribusi tetap merata dan tepat sasaran.
“Stok pupuk subsidi masih cukup tersedia. Kami mengimbau para petani agar memanfaatkan pupuk subsidi secara bijak sesuai kebutuhan dan dosis anjuran, sehingga distribusinya bisa merata dan tepat sasaran,” tambahnya.
DKPP Bojonegoro juga terus melakukan pengawasan bersama distributor dan kios resmi agar penyaluran pupuk subsidi berjalan lancar dan tidak terjadi kendala di tingkat petani. Dengan ketersediaan pupuk yang terus terjaga, diharapkan proses tanam dan perawatan tanaman dapat berjalan optimal sehingga mampu meningkatkan hasil produksi pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Bojonegoro. (Red)









