Keunggulan Minisho Berkilau di Spensa

Daerah, News, Pendidikan934 Dilihat

BATU, Sidik Nusantara – Program inovasi “Minisho” (Misi Menjadi Sholeh) di SDN Pendem 01 (Spensa) Kota Batu, unggul karena kemudahannya diimplementasikan, hasil yang signifikan dalam membentuk karakter, serta manfaat lain yang ekosistem pendidikan yang positif.

Peserta didik SDN Pendem 01, saat mengikuti kegiatan keagamaan.

Tantangan spesifik yang dihadapi di SDN Pendem 01 berdasarkan pengamatan dan data disekolah, beberapa masalah yang menjadi dasar inovasi ini adalah:

Kurangnya disiplin dan tanggung jawab: contohnya, peserta didik sering datang terlambat, tidak mengerjakan tugas, atau tidak menjaga kebersihan kelas.

Terdapat prilaku kurang sopan santun: peserta didik kurang menghormati guru, orang tua, atau teman sebaya. Pengunaan bahasa yang tidak pantas atau kasar kadang ditemukan dilingkungan sekolah.

Rendahnya kesadaran untuk berbagi dan tolong menolong: munculnya individualistis diantara peserta didik, sehingga mereka kurang peduli terhadap kesulitan teman – temannya.

Metode pembelajaran yang kurang bervariasi: pembelajaran yang monoton dan hanya berfokus pada aspek kognitif (ilmu pengetahuan) membuat pendidikan karakter tidak tersampaikan secara efektif.

Guru SDN Pendem 01, Wiwin Tri Nur Januarti MPd menuturkan, kemudahan akses inovasi progam “Minisho” sangat mudah diakses diterapkan, sehingga dapat berjalan secara berkelanjutan. Keunggulan ini mencakup.

“Minimnya biaya dan peralatan program ini tidak memerlukan investasi besar. Cukup memanfaatkan fasilitas yang sudah ada di sekolah, seperti mushola, ruang kelas, atau halaman. Alat utamanya hanyalah sajadah dan seragam sholat yang sudah dimiliki oleh sebagian besar peserta didik,” tuturnya, Jumat (6/2/2026).

Dijelaskannya, Integrasi kedalam kurikulum “Minisho” merupakan perpanjangan dari materi pendidikan agama Islam yang sudah diajarkan di sekolah. Ini menjadikannya progam yang natural yang tidak membebani, melainkan memperkuat proses pembelajaran yang sudah ada.

“Peningkatan disiplin sholat berjamaah melatih peserta didik untuk datang tepat waktu, berbaris rapi, dan mengikuti setiap gerakan dengan tertib. Hal ini secara langsung membentuk kedisiplinan dan kepatuhan pada aturan,” jelas guru muda berjilbab ini, penuh dengan semangat.

Menurutnya, Pembentukan Karakter Positif melalui sholat, peserta didik secara rutin diingatkan akan nilai – nilai luhur seperti kejujuran, kesabaran, kerendahan hati, dan tanggung jawab terhadap Tuhan secara seksama.

“Peningkatan Prilaku Sosial sholat berjamaah mengajarkan kebersamaan dan toleransi. Peserta didik belajar menghargai satu sama lain dalam satu barisan (shof), tanpa memandang perbedaan, sehingga mempererat persaudaraan,” ucapannya dengan jelas.

Setelah program Minisho diterapkan, terjadi perubahan signifikan yang berdampak positif pada akhlak dan karakter peserta didik.

“Peningkatan kedisiplinan beribadah, parilaku lebih terpuji, peningkatan kesadaran moral, meningkatnya kolaborasi orang tua dan sekolah serta peserta didik lebih mandiri,” pungkasnya.

Penulis: Akasa Putra.

Editor: Akasa Putra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *