Dari Batu untuk Pendidikan Indonesia: Deretan Inovasi ESSIGA Bangun Karakter, Literasi, dan Budaya

Daerah, News, Pendidikan100 Dilihat

BATU, Sidik Nusantara – Komitmen menghadirkan pendidikan yang kreatif dan bermakna terus ditunjukkan oleh SDN Sisir 03 (ESSIGA) Kota Batu. Melalui kolaborasi kepala sekolah dan para guru, sekolah ini berhasil menghadirkan berbagai inovasi pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan kualitas akademik siswa, tetapi juga memperkuat karakter, literasi, serta pelestarian budaya lokal.

Berbagai inovasi tersebut lahir dari refleksi para pendidik terhadap tantangan pembelajaran di kelas serta kebutuhan perkembangan peserta didik di era saat ini. Dari proses tersebut, lahirlah sejumlah program inovatif yang kini menjadi praktik baik di lingkungan sekolah, di antaranya TIP ESSIGA SEHATI, ALIA GHADIS, BAJA KILAT GLENN DOMAN, NABAPARI, OMAH SI KOMO, dan PRISMATIK KUPU.

Kepala ESSIGA Kota Batu, Sumarmi SPd,i saat dikonfirmasi menuturkan bahwa, inovasi yang dilakukan guru merupakan bentuk komitmen untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan bagi siswa.

“Inovasi yang dilakukan guru tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga memastikan setiap anak mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna serta mampu membentuk karakter yang baik,” tuturya, Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, salah satu inovasi unggulan adalah TIP ESSIGA SEHATI (Tanya Inspirasi Pagi SDN Sisir 03, Sinau Empati, Hadirkan Agency dan Tindakan Inspiratif) yang bahkan berhasil meraih Juara Harapan I pada tahun 2025. Program ini merupakan siklus manajemen sekolah yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memberikan pelayanan terbaik bagi siswa.

“Program ini dimulai dari kegiatan tanya inspirasi pagi, dilanjutkan dengan belajar mandiri, penyusunan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran di kelas, hingga berbagi praktik baik dengan rekan sejawat. Seluruh proses tersebut kemudian didokumentasikan oleh guru dalam jurnal refleksi dengan memanfaatkan berbagai platform digital seperti Google for Education dan aplikasi pendukung lainnya,” ucapnya.

Selain itu, ESSIGA juga mengembangkan inovasi pembentukan karakter melalui program ALIA GHADIS (Akhlaq Mulia dengan Gerakan Hafalan dan Kajian Hadist). Program ini merupakan pembaruan pendekatan pendidikan karakter dengan mengintegrasikan hafalan hadis dan kajian maknanya secara terstruktur dan reflektif.

“Menariknya, program ini juga berbasis pada data Rapor Pendidikan, sehingga kegiatan pembiasaan karakter dapat dilakukan secara lebih terarah dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan psikologis siswa,” tandasnya.

Meskipun demikian, dalam bidang literasi dan budaya daerah, sekolah ini menghadirkan inovasi BAJA KILAT GLENN DOMAN (Belajar Aksara Jawa Kilat menggunakan Metode Glenn Doman). Program ini memanfaatkan prinsip dasar metode Glenn Doman yang menekankan pembelajaran visual yang cepat, berulang, dan menyenangkan.

“Media utama yang digunakan berupa flashcard aksara Jawa yang dirancang khusus sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Melalui pendekatan ini, siswa dapat mengenal aksara Jawa dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami. Upaya pembentukan karakter juga dilakukan melalui inovasi NABAPARI (Nasihat Baik Pagi Hari) yang menekankan pembiasaan karakter positif melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara rutin setiap pagi,” bebernya.

Program ini menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, empati, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai melalui pesan-pesan moral yang disampaikan secara konsisten kepada siswa. Pendekatan ini didasarkan pada keyakinan bahwa karakter peserta didik sangat dipengaruhi oleh lingkungan belajar yang mereka alami setiap hari.

Sementara itu, pelestarian budaya daerah diwujudkan melalui inovasi OMAH SI KOMO (Sinau Ngoko lan Krama). Program ini dirancang secara sistematis untuk membantu siswa memahami dan mempraktikkan unggah-ungguh basa Jawa secara kontekstual.

“Pembelajaran dilakukan melalui pendekatan contextual simulation learning, di mana siswa belajar melalui simulasi kehidupan nyata yang direpresentasikan melalui konsep “rumah” atau omah. Melalui pengalaman langsung dalam berbagai situasi sosial, siswa tidak hanya memahami perbedaan basa ngoko dan basa krama, tetapi juga terbiasa menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Di sisi lain, kreativitas pembelajaran di kelas juga terlihat melalui inovasi PRISMATIK KUPU (Pris-Prisan Tematik dengan Kumpulan Petunjuk Unik). Inovasi ini menggunakan media papan berbentuk kupu-kupu yang dirancang menarik dengan sayap yang memiliki lipatan-lipatan berisi petunjuk pengambilan soal.

“Media ini juga dilengkapi dengan tempat soal, tempat jawaban, tempat hasil, serta sistem reward yang disajikan secara visual dengan gambar kupu-kupu berwarna-warni. Melalui media tersebut, kegiatan belajar menjadi lebih interaktif, menyenangkan, serta mendorong partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran tematik,” papar guru senior berjilbab ini.

Kedati demikian, dengan berbagai inovasi tersebut ESSIGA Kota Batu, menunjukkan bahwa perubahan dalam dunia pendidikan dapat dimulai dari kreativitas dan kolaborasi para guru di sekolah. Berbagai program tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih positif, reflektif, dan inspiratif bagi siswa.

“Kedepan, sekolah ini berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi-inovasi pembelajaran sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan sekaligus membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan berbudaya,” pungkasnya.

Penulis : Akasa Putra.

Editor : Akasa Putra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *