MA IPNU Bojonegoro Resmi Dikukuhkan, Alumni Diajak Kawal Program Satu Desa 10 Sarjana

Bojonegoro, News1132 Dilihat

Bojonegoro, sidik nusantara — Pengukuhan Majelis Alumni IPNU Bojonegoro yang digelar pada Minggu, 10 Mei 2026 di Singapore Restro & Coffee Shop berlangsung khidmat. Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi alumni sekaligus ruang sosialisasi program prioritas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro di bidang pendidikan.

Acara itu dihadiri langsung Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Anwar Mukhradlo. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan pondasi utama pembangunan daerah yang harus dapat diakses seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

“Pendidikan adalah pondasi utama dalam pembangunan daerah. Pelayanan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau harus bisa diakses semua warga,” ujar Anwar Mukhradlo di hadapan peserta pengukuhan.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro saat ini terus menjalankan sejumlah program pendidikan, di antaranya beasiswa pondok pesantren, beasiswa keluarga miskin, hingga bantuan tugas akhir bagi mahasiswa. Sementara itu, program Scientist dan Satu Desa Sepuluh Sarjana masih menunggu penyesuaian regulasi terbaru melalui perubahan peraturan bupati.

Menurutnya, keberadaan program tersebut diharapkan mampu membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bojonegoro di masa mendatang.

Dalam sosialisasi tersebut, Dinas Pendidikan juga mengajak para pelajar dan calon mahasiswa untuk aktif mengakses berbagai program bantuan pendidikan dengan memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui laman resmi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro maupun langsung ke kantor Dinas Pendidikan.

Ketua Majelis Alumni IPNU Bojonegoro, Miftahul Huda, mengajak seluruh kader IPNU-IPPNU mulai tingkat cabang, kecamatan hingga desa untuk turut menyebarluaskan informasi program beasiswa tersebut kepada masyarakat.
Ia menilai, masih banyak pelajar di desa-desa yang belum mengetahui akses bantuan pendidikan yang tersedia. Karena itu, kader organisasi diharapkan mampu menjadi jembatan informasi bagi masyarakat.

“Membahas pendidikan sama halnya sedang menyusun tatanan kehidupan yang berkualitas di masa mendatang,” kata Miftahul Huda.

Sementara itu, Wakil Bidang Organisasi PCNU Bojonegoro, Syaifudin Idris, menyambut baik visi yang dibangun Majelis Alumni IPNU Bojonegoro. Ia menilai alumni IPNU yang berasal dari berbagai profesi memiliki potensi besar menjadi motor penggerak pembangunan sosial, terutama di bidang pendidikan.

“Pendidikan adalah satu-satunya cara meningkatkan kesejahteraan. Alumni harus memfasilitasi anak desa yang kesulitan sekolah, minimal dengan memberikan informasi akses pendidikan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar Majelis Alumni IPNU tidak sekadar menjadi wadah formal bagi kader yang telah purna tugas organisasi, melainkan ruang kolaborasi produktif untuk terus berkontribusi kepada masyarakat dan Nahdlatul Ulama.

“Silakan mengembangkan diri sesuai kompetensi masing-masing. Tapi jangan lupa, kembalilah ke IPNU dan NU untuk berkontribusi,” pesannya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Majelis Alumni IPNU Pusat, Imam Fadli. Ia menyoroti besarnya kekuatan kolektif alumni apabila mampu bersatu dan bergerak bersama dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, Majelis Alumni IPNU Bojonegoro memiliki posisi strategis untuk mendukung program peningkatan sumber daya manusia, termasuk menyukseskan program Satu Desa 10 Sarjana yang dinilai akan memberi dampak besar bagi masa depan daerah.

“Posisi dan peran strategis Majelis Alumni IPNU harus diberdayagunakan demi kemajuan kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu dibutuhkan komitmen dan konsistensi arah perjuangan organisasi,” ujarnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *