Infrastruktur Partisipatif Diresmikan di Kalirejo dan Bangunrejo

Bojonegoro, News71 Dilihat

Bojonegoro, sidik nusantara – Pemerintah Desa Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro dan Desa Bangunrejo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, pada Selasa (16/12/ 2025) meresmikan hasil Program Peningkatan Akses Ekonomi melalui Pembangunan dan Perbaikan Infrastruktur yang didukung oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Program ini dijalankan dengan pendampingan Forum Studi Pengembangan Potensi Daerah (FOSPORA) dan dilaksanakan secara gotong royong oleh masyarakat desa. Peresmian dilakukan melalui Musyawarah Pertanggungjawaban dan Serah Terima Infrastruktur yang digelar di balai desa masing-masing. Acara tersebut dihadiri oleh pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perwakilan EMCL, tim pendamping FOSPORA, tokoh masyarakat, serta warga penerima manfaat.

Di Desa Kalirejo, program difokuskan pada pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dirancang sebagai ruang publik warga. Selain berfungsi sebagai area interaksi sosial, RTH ini diharapkan menjadi penunjang aktivitas ekonomi kecil masyarakat serta meningkatkan kualitas lingkungan desa.

Sementara itu, di Desa Bangunrejo, program diwujudkan melalui pembangunan Jalan Usaha Tani yang menghubungkan lahan pertanian warga dengan akses jalan utama desa. Infrastruktur ini ditujukan untuk memperlancar distribusi hasil pertanian, menekan biaya angkut, serta mendukung produktivitas petani setempat.

Dalam musyawarah pertanggungjawaban, panitia pelaksana memaparkan laporan kegiatan mulai dari perencanaan berbasis aspirasi warga, proses pelaksanaan pembangunan secara gotong royong, hingga laporan keuangan akhir. Disesuaikan dengan dokumen teknis seperti Detail Engineering Design (DED), Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta hasil monitoring dan evaluasi disampaikan secara terbuka kepada peserta. Pelaksanaan secara gotong royong menjadikan warga tidak sekadar sebagai penerima manfaat, melainkan pelaku utama pembangunan. Keterlibatan masyarakat terlihat sejak tahap identifikasi kebutuhan, pelaksanaan lapangan, hingga pengawasan hasil pekerjaan.

Sekretaris Desa Kalirejo, Weli Teguh Saputro, menilai program tersebut memberi dampak lebih dari sekadar pembangunan fisik. “Infrastruktur memang terbangun, tetapi yang lebih penting adalah meningkatnya kemampuan masyarakat dalam merencanakan dan mengelola pembangunan secara mandiri,” ujarnya.

Perwakilan EMCL, Feni K. Indiharti, mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan desa berkelanjutan di wilayah operasi. Menurut dia, pendekatan partisipatif membuat hasil pembangunan lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Kami percaya program yang lahir dari aspirasi warga akan memberi dampak nyata bagi aktivitas ekonomi dan sosial desa,” katanya.

EMCL juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keselamatan jalur pipa migas yang melintasi wilayah desa sebagai tanggung jawab bersama.Tim pendamping dari FOSPORA menilai keberhasilan pembangunan RTH di Kalirejo dan Jalan Usaha Tani di Bangunrejo tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan perusahaan. Seluruh tahapan program dijalankan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Musyawarah di kedua desa ditutup dengan penandatanganan berita acara pertanggungjawaban dan serah terima infrastruktur dari panitia pelaksana kepada pemerintah desa. Pemerintah desa dan warga sepakat untuk merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Pembangunan di Kalirejo dan Bangunrejo menunjukkan bahwa ketika warga dilibatkan sejak awal, infrastruktur desa tidak hanya berdiri sebagai bangunan fisik, tetapi juga sebagai ruang tumbuhnya kepercayaan dan kemandirian masyarakat. (Gal/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *