Satu Tanaman Dapat Menyelamatkan Jutaan Manusia “Semangat”

Daerah, News, Pendidikan108 Dilihat

BATU, Sidik Nusantara – SDN Pendem 01 (Spensa) Batu, sebagai sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi. Spensa berasil lolos verifikasi lapangan program Adiwiyata Tingkat Provinsi Jawa Timur sebagai satu – satunya wakil dari Kota Batu 2023, setelah melalui seleksi administrasi dan lapangan yang kuat.

Sebagai sekolah Adiwiyata hendaknya bisa merawat dengan baik. Perawatan lingkungan hendaknya dilaksanakan tidak menjelang penilaian Adiwiyata saja, namun bisa dilakukan setiap hari sehingga bisa dijadikan pembiasaan menyayangi lingkungan terutama dalam merawat tanaman.

Guru Spensa, Afianti S.Si.,M.Pd.

Guru Spensa, Afianti S.Si.,M.Pd. menuturkan di Spensa mempunyai program apik yaitu “SEMANGAT” (Senang Menanam Senang Merawat). Akan tetapi kurang mandiri dalam merawat taman kelas, hanya dikerjakan tukang kebun.

“Meskipun dikenal sebagai sekolah Adiwiyata, terlihat bahwa perawat tanaman kelas dominan ditangani oleh tukang kebun, sedangkan siswa dan guru kurang mendapatkan peran aktif. Ini beresiko melemahkan rasa kepemilikan dan keterlibatan dalam menjaga lingkungan sekolah. Pendekatan semacam ini justru bertentangan dengan filosofi Adiwiyata, yang menekankan partisipasi aktif seluruh warga sekolah dalam upaya berbudaya lingkungan,” tuturnya, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, taman kelas kurang terawat dan terkesan diabaikan. Kondisi taman yang tidak terawat dapat memberi kesan bahwa lingkungan sekolah tidak diprioritaskan. Kurangnya perawatan rutin dan estetika menumbuhkan sikap “abaikan” , yang justru mengikis nilai kebersihan, keindahan, serta ketertarikan siswa terhadap ruang tersebut.

“Kurangnya kreativitas dalam menghias pot bunga, minat siswa menurun. Jika pot bunga dan tanaman kelas dikelola monoton, tanpa sentuhan kreatif, siswa cenderung tak termotivasi untuk merawat tanaman. Sebaliknya, taman yang dihias unik dengan sentuhan seni atau taman tertentu bisa menarik minat siswa, yang kemudian merasa bangga dan termotivasi untuk merawat lingkungan mereka,” ucap guru muda berjilbab ini, sembari semangat.

Meskipun demikian, program SEMANGAT merupakan program kokulikuler yang mewadahi siswa untuk lebih menyayangi lingkungan dengan senang menanam dan senang merawat tanaman.

Siswa Spensa merawat tanaman di taman kelas.

“Program ini dilakukan di dalam dan di luar jam efektif sekolah. Program ini akan dilaksanakan oleh seluruh kelas di Spensa Batu. Wali kelas akan mendampingi dan menuntut siswa dalam pelaksanaan program. Setiap kelas harus menanam dan merawat tanaman yang ada di taman maka bisa memanfaatkan lahan teras (dengan polibag atau pot) dan green house,” tandasnya.

Tidak tanggung-tanggung, dijelaskan pula, Keunggulan semangat Spensa merupakan program yang melibatkan siswa dalam pembelajaran secara langsung (praktik menanam dan merawat tanaman). Juga menumbuhkan ketrampilan hidup seperti mandiri, tanggung jawab, empati dan kolaborasi.

“Merawat tanaman melibatkan aktivitas seperti menyiapkan media tanam, menyirami, dan memetik yang dapat memperbaiki ketrampilan motorik. Mewujudkan sikap sadar lingkungan dan peduli terhadap alam sejak dini. Melalui perawatan tanaman yang membutuhkan kesabaran, tanggung jawab dan pemecahan masalah siswa belajar mengatasi tantangan, bertahan dari kegagalan, dan mengelola proyek kecil dengan kedewasaan,” jelasnya, sembari ramah.

Kendati demikian, tujuan diadakannya progam semangat Spensa yaitu, mandiri merawat tanaman dengan memberikan tanggung jawab merawat tanaman kada siswa, mereka belajar bahwa tanaman juga memiliki kebutuhan air, nutrisi, perhatian dan penting dalam ekosistem.

“Menghargai bahwa tanaman mahluk hidup yang penting untuk dirawat. Keterlibatan langsung anak dalam merawat tanaman menumbuhkan rasa empati ekologis, mereka belajar menghargai bahwa tanaman adalah mahkluk hidup yang butuh perhatian dan perawatan,” bebernya.

Selain itu, kreatif dalam menghias pot tanaman memberi ruang bagi siswa untuk menghias pot untuk menyusun tanaman kelas mendorong ekspresi kreatif. Selain itu juga akan memperkuat ketrampilan motorik halus dan imajinasi siswa.

“Menumbuhkan sikap menyayangi lingkungan, pengalaman langsung merawat tanaman tak hanya meningkatkan kesadaran ekologis, tetapi juga membangun rasa cinta dan tanggung jawab membantu siswa memahami siklus ekosistem dan peran tanaman dalam kehidupan, meningkatkan kesadaran akan kelestarian lingkungan. Setelah itu, pengalaman menanam dan merawat tanaman juga terbukti meningkatkan literasi lingkungan serta kemampuan berpikir kritis siswa tentang perawatan tanaman hingga memahami dampak tindakan manusia terhadap alam,” pungkasnya.

Penulis: Akasa Putra.

Editor : Akasa Putra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *