Ada “SI BAGUS ESTIBA” Tingkatkan Kompetensi Guru

Daerah, News, Pendidikan403 Dilihat

BATU, Sidik Nusantara – SMP Negeri 03 Batu (ESTIBA) Juara, yang berada di Jl. Ir Soekarno, No 08, Beji, Kec. Junrejo, Kota Batu ini terus menunjukkan komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai terobosan pembelajaran.

Kendati demikian, guru ESTIBA Juara, Dewi Rossilia SPd, saat ditemui disekolahnya menuturkan, masih terbatasnya budaya belajar berkelanjutan dan kolaboratif di kalangan guru yang berdampak pada belum optimalnya peningkatan kualitas pembelajaran dan profesionalisme pendidik.

“Kesenjangan Kompetensi Guru Masih dimana terdapat disparitas kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian antar guru, baik antar sekolah maupun antar daerah,” tuturnya, Kamis (26/2/2026).

Adaptasi Kurikulum yang Belum Optimal
Perubahan kebijakan kurikulum nasional, seperti implementasi Kurikulum Merdeka, belum sepenuhnya dipahami dan diimplementasikan secara mendalam oleh semua guru.

“Akibatnya, pembelajaran masih bersifat administratif, belum transformatif. Rendahnya Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Transformasi digital pendidikan belum berjalan optimal. Budaya Refleksi dan Berbasis Data yang Lemah Pengambilan keputusan pembelajaran belum sepenuhnya berbasis pada analisis data (Rapor Pendidikan, hasil asesmen diagnostik, atau evaluasi formatif),” ucapnya sembari ramah.

Menurutnya, Beban Administratif yang Tinggi Guru masih dibebani tugas administratif yang cukup besar sehingga mengurangi fokus pada pengembangan kualitas pembelajaran dan inovasi pedagogis.

Ketimpangan Akses Pengembangan Profesional Kesempatan mengikuti pelatihan, workshop, atau komunitas belajar belum merata. Guru di daerah tertentu memiliki akses terbatas terhadap peningkatan kompetensi berkelanjutan.

“Rendahnya Integrasi Pembelajaran Berbasis Keterampilan Abad Ke-21 Kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, dan komunikasi belum sepenuhnya terintegrasi dalam praktik pembelajaran sehari-hari. Minimnya Sistem Monitoring dan Evaluasi Kinerja Berbasis Mutu Sistem evaluasi kinerja guru sering kali masih berorientasi pada kelengkapan dokumen, belum sepenuhnya mengukur dampak nyata terhadap peningkatan hasil belajar murid,” cetusnya.

Selain itu, tidak adanya Komunitas Belajar yang dilaksanakan secara rutin di SMP Negeri 03 Batu
Guru belum optimal memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar (PMM).

“Praktik baik pembelajaran belum dilaksanakan dengan oleh sebagian banyak guru SMP Negeri 03 Batu. Pelaksanaan Kombel terdokumentasi dan terjadwal dengan baik. Kegiatan pengembangan profesional guru tidak terprogram dan belum berkelanjutan,” beber guru Mapel IPS ini dengan penuh semangat.

Sebelum Penerapan Inovasi
Pengembangan kompetensi guru dilakukan secara individual dan incidental kondisi yang ada yaitu, pengembangan kompetensi guru belum terintegrasi dalam komunitas belajar yang terencana. Selain itu, jumlah guru yang berbagi praktik baik hanya 6 % dari 100 %, dan juga guru yang memanfaatkan PMM hanya 50 %. Disamping itu, guru yang mengunggah aksi nyata dan mendapatkan sertifikat pada pelatihan mandiri sejumlah 25 %, jelasnya dengan gamblang.

“Sesudah Penerapan Inovasi
Pengembangan kompetensi guru dilakukan secara kolaboratif melalui komunitas belajar SI BAGUS ESTIBA dengan kegiatan rutin, terjadwal, dan berbasis kebutuhan guru. Pengembangan komptensi guru sudah terintegrasi dalam PMM dan terprogram secara rutin. Jumlah guru berbagi praktik baik meningkat menjadi 24 %. 100 % guru memanfaatkan PMM. Guru yang mengunggah aksi nyata sebanyak 80 %,” imbuh guru kelas VII dan VIII ini dengan tegas.

Keunggulan atau kebaharuan dari inovasi ini adalah, berbasis komunitas internal sekolah sehingga mudah diterapkan dan berkelanjutan. Mengintegrasikan pembelajaran profesional, refleksi, dan penguatan nilai integritas. Selaras dengan kebijakan Merdeka Belajar dan pemanfaatan PMM.

Dijelaskan juga oleh guru penuh energik ini, bahwa inovasi ini melalui berbagai tahapan antara lain:
Pembentukan komunitas belajar SI BAGUS ESTIBA.
Pelaksanaan kegiatan rutin: PATAS PMM & Rubrik dan Kajian Ilmiah dan Keagamaan. Diskusi, praktik, refleksi, dan berbagi praktik baik antar guru. Evaluasi dan tindak lanjut kegiatan secara berkelanjutan.

Penulis : Akasa Putra.

Editor : Akasa Putra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *